Share

Maybrat, majalahkribo.com – Kepolisian Resor (Polres) Maybrat menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Dofior Tahun 2026 di Lapangan Apel Kantor Polres Maybrat, Senin (2/2/2026). Apel tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Maybrat, Ferdinandus Taa, yang membacakan amanat Kapolda Papua Barat Daya.

Dalam amanatnya, Sekda Maybrat menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan Dofior 2026 akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dan dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah hukum Polda Papua Barat Daya.

“Operasi Keselamatan Dofior 2026 mengangkat tema Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman, dan selamat menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Dofior 2026,” ujar Ferdinandus Taa
saat memimpin apel.

Ia menjelaskan, operasi ini bertujuan untuk menurunkan angka pelanggaran lalu lintas, kecelakaan, serta fatalitas korban kecelakaan, sekaligus meningkatkan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.

Lebih lanjut disampaikan, sasaran operasi meliputi segala bentuk potensi gangguan, ambang gangguan, hingga gangguan nyata yang berpotensi menimbulkan kemacetan, pelanggaran, dan kecelakaan lalu lintas, baik sebelum, saat, maupun setelah pelaksanaan operasi.

“Keamanan, keselamatan, dan ketertiban berlalu lintas harus menjadi perhatian kita bersama. Untuk itu, diperlukan koordinasi dan sinergi yang kuat antar seluruh stakeholder terkait,” tegasnya.

Berdasarkan data hasil Operasi Keselamatan tahun 2025, tercatat 762 pelanggaran lalu lintas, yang didominasi oleh pengendara roda dua. Sementara itu, jumlah kecelakaan lalu lintas mencapai 17 kejadian, dengan korban meninggal dunia sebanyak 4 orang, luka berat 14 orang, dan luka ringan 14 orang, serta kerugian materiil sebesar Rp17 juta.

“Data ini menunjukkan bahwa angka pelanggaran lalu lintas masih cukup tinggi dan berpotensi besar menyebabkan kecelakaan, terutama pada pengendara sepeda motor usia 16 hingga 20 tahun,” ungkap Ferdinandus.

Untuk menekan angka tersebut, ia menekankan pentingnya pelaksanaan kegiatan preemtif dan preventif, seperti penyuluhan dan pembinaan ke sekolah-sekolah, kampus, serta menyasar kelompok masyarakat yang tidak terorganisir, termasuk tukang ojek online, ojek pangkalan, dan sopir angkutan umum.

“Keselamatan berlalu lintas harus menjadi kebutuhan, bukan sekadar kewajiban,” katanya.

Selain itu, kegiatan preventif berupa penjagaan dan pengaturan di titik rawan pelanggaran dan kecelakaan juga harus ditingkatkan. Penegakan hukum dilakukan secara selektif terhadap pelanggaran prioritas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dengan korban fatal.

Sekda Maybrat memberikan sejumlah penekanan kepada seluruh peserta apel, di antaranya mengedepankan tindakan edukatif dan humanis, meningkatkan sinergi lintas instansi, menghindari tindakan kontraproduktif yang dapat merusak citra Polri, serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Melalui Operasi Keselamatan Dofior 2026 ini, saya berharap angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Provinsi Papua Barat Daya dapat ditekan seminimal mungkin,” pungkasnya.

Apel gelar pasukan tersebut diikuti oleh unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya sebagai bentuk kesiapan bersama dalam mendukung kelancaran pelaksanaan operasi.

Pewarta: Charles Fatie

About Author

Comments are closed.