FAKFAK, majalahkribo.com – Anggota DPD RI daerah pemilihan Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor, menyampaikan bahwa para pejabat di Tanah Papua perlu belajar dari kepala daerah di Kabupaten Fakfak yang dinilai berhasil menjalankan program pendidikan dan kesehatan gratis dengan memanfaatkan dana Otonomi Khusus (Otsus).
Ia mencontohkan Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, yang menurutnya mampu menghadirkan kebijakan nyata bagi masyarakat meskipun bukan orang asli Papua.
Dalam pernyataannya yang beredar melalui video di media sosial, Paul Finsen Mayor mengatakan bahwa keberhasilan program di Fakfak menjadi tamparan bagi pejabat yang dinilai belum maksimal menggunakan dana Otsus untuk kepentingan rakyat.
“Pejabat Papua harus belajar dari kepala daerah Fakfak. Bupati Fakfak bukan orang asli Papua, tapi bisa membuat pendidikan gratis dan kesehatan gratis dengan dana Otsus.
Saya hormat dan respek kepada Bupati Fakfak. Beliau bukan orang asli Papua, tapi hatinya lebih Papua daripada oknum pejabat yang pegang jabatan tapi tidak membuat program untuk rakyat,” ujarnya dalam video yang diunggah akun TikTok @Kaka_gaaa dan menjadi perbincangan publik, Sabtu (14/3/2026).
Dalam kepemimpinan Bupati Samaun Dahlan bersama Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik, Pemerintah Kabupaten Fakfak meluncurkan program unggulan Fakfak Membara (Membangun Bersama Rakyat) yang mulai dijalankan pada tahun anggaran 2025.
Program ini mencakup layanan pendidikan gratis dan kesehatan gratis yang didanai melalui dana Otonomi Khusus dan APBD daerah.
Program kesehatan gratis meliputi:
- Pengobatan gratis 100 persen di fasilitas kesehatan daerah
- Pemda menanggung iuran BPJS Kesehatan masyarakat
- Makan gratis untuk dua orang pendamping pasien di rumah sakit
- Biaya transportasi pasien rujukan dan pendamping ditanggung pemerintah
- Penguatan layanan RSUD dan pemeriksaan dokter spesialis
- Pemeriksaan deteksi dini stunting dan penyakit
Bupati Samaun Dahlan mengatakan program tersebut lahir dari pengalaman pribadinya saat masih menjadi kepala dinas, ketika melihat banyak masyarakat kesulitan membayar biaya sekolah dan pengobatan.
“Saya melihat sendiri betapa susahnya orang tua mencari uang untuk seragam sekolah dan biaya operasi. Karena itu, begitu dilantik menjadi bupati, saya langsung masukkan program pendidikan gratis dan kesehatan gratis dalam APBD tahun pertama,” ujarnya.
Program pendidikan gratis berlaku untuk seluruh sekolah di wilayah Fakfak, baik negeri maupun swasta, dengan cakupan: TK / PAUD, SD, SMP dan SMA / SMK.
Fasilitas yang diberikan antara lain:
- Bebas biaya sekolah
- Penghapusan pungutan masuk sekolah
- Seragam gratis
- Sepatu, tas, dan perlengkapan sekolah gratis
- Bantuan kebutuhan pendidikan lainnya
Program ini diperkuat dengan Peraturan Bupati yang diluncurkan pada Mei 2025 sebagai dasar hukum pelaksanaan.
Pemerintah Kabupaten Fakfak menegaskan bahwa program pendidikan dan kesehatan gratis merupakan prioritas utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemda telah menyiapkan alokasi anggaran melalui dana Otsus dan APBD agar program dapat berjalan berkelanjutan dan dirasakan oleh seluruh warga.
Program tersebut disebut sebagai bentuk komitmen pribadi Bupati Samaun Dahlan yang terinspirasi dari pengalaman hidupnya menghadapi kesulitan biaya pendidikan dan kesehatan di masa lalu.