Fakfak, majalahkribo.com – Situasi tegang sempat terjadi di area Pasar Rakyat Thumburuni, Tatar, pada Selasa (17/03/2026). Sejumlah petugas pasar melakukan aksi pemalangan pintu masuk sebagai bentuk protes terhadap keterlambatan pembayaran gaji dan tunjangan.
Aksi tersebut sempat mengganggu aktivitas keluar-masuk di area pasar. Para petugas menuntut kejelasan dari pihak terkait mengenai hak-hak mereka yang hingga kini belum dibayarkan. Ketegangan pun sempat meningkat sebelum akhirnya mereda setelah dilakukan komunikasi antara petugas dan pemerintah daerah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Fakfak, Mohjak Rengen, yang ditemui wartawan di lokasi, menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Ia mengakui adanya miskomunikasi antara petugas pasar dan pihak terkait terkait proses pembayaran hak-hak mereka.
“Kami mohon maaf atas adanya miskomunikasi yang terjadi antara para petugas di pasar dengan pihak terkait mengenai hak-hak mereka,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa hak-hak para petugas sebenarnya telah diatur dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Namun, keterlambatan terjadi karena proses administrasi, termasuk keterlambatan dokumen yang berdampak pada mekanisme pencairan anggaran.
“Akibatnya, proses pembayaran gaji harus melalui mekanisme ulang, termasuk penerbitan SK kembali untuk masa kontrak dari Januari hingga Desember,” jelasnya.
Sekitar 45 petugas terdampak dalam keterlambatan ini, yang terdiri dari petugas kebersihan, keamanan (security), parkir, dan penjaga portal. Meski demikian, pihak Disperindag memastikan bahwa proses pencairan kini sedang berlangsung.
“Alhamdulillah, hari ini kami telah menyampaikan secara langsung mekanisme pembayaran gaji tersebut. Saat ini proses pencairan sedang berlangsung di Bank Papua. Kami berharap seluruh hak petugas dapat segera dibayarkan,” tambahnya.
Setelah dilakukan negosiasi, pintu palang akhirnya dibuka kembali. Aktivitas pasar pun berangsur normal seperti biasa. Para pedagang kembali berjualan dan akses keluar-masuk pengunjung kembali lancar.
Berdasarkan pantauan di lapangan, suasana pasar bahkan tampak lebih ramai dibanding hari-hari sebelumnya. Peningkatan jumlah pengunjung dipicu oleh tingginya kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Lonjakan ini dimanfaatkan para pedagang untuk meningkatkan penjualan, meski sebelumnya sempat terdampak oleh aksi pemalangan. Hingga sore hari, aktivitas jual beli di Pasar Rakyat Thumburuni terpantau berjalan aman, lancar, dan terkendali.
**Ronaldo Josef Letsoin**