Maybrat, majalahkribo.com – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Maybrat menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Arsip guna meningkatkan kapasitas aparatur dalam pengelolaan dokumen pemerintahan. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Maybrat, Ferdinandus Taa, SH., M.Si, Kamis (16/4/2026).
Hadir sebagai narasumber, Drs. Mamat Rahmat, MM, Widyaiswara Ahli Madya dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), yang memberikan materi terkait standar pengelolaan kearsipan yang profesional dan sesuai regulasi.
Dalam sambutannya, Sekda Ferdinandus Taa menegaskan pentingnya pengelolaan arsip dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Ia menyampaikan bahwa arsip bukan sekadar pekerjaan administratif, melainkan memiliki nilai strategis sebagai bukti akuntabilitas dan sumber informasi resmi.
“Arsip merupakan rekam jejak seluruh kebijakan dan kegiatan pemerintah. Dari sana, kita bisa melihat tingkat akuntabilitas serta transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran krusial pengelolaan arsip di lingkungan BPKAD, terutama yang berkaitan dengan dokumen keuangan dan aset daerah. Menurutnya, kesalahan dalam penataan arsip berpotensi menimbulkan gangguan administrasi hingga persoalan hukum.
Karena itu, ia mendorong seluruh peserta untuk meningkatkan kemampuan dalam penataan, penyimpanan, pemeliharaan, hingga penyusutan arsip secara sistematis dan sesuai standar yang berlaku.
“Setiap dokumen harus dikelola dengan baik, aman, dan terjaga keasliannya. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Selain itu, Sekda juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan arsip. Ia mengingatkan bahwa sistem kearsipan konvensional perlu mulai beralih ke sistem elektronik guna meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan.
“Digitalisasi arsip menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Selain mempercepat akses informasi, langkah ini juga mengurangi risiko kerusakan dokumen fisik,” katanya.
Ia menambahkan, penerapan sistem digital membutuhkan kesiapan sumber daya manusia serta komitmen untuk mengubah pola kerja menjadi lebih modern.
Menutup sambutannya, Ferdinandus Taa berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan serius dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di unit kerja masing-masing.
“Keberhasilan kegiatan ini terlihat dari perubahan nyata dalam sistem kearsipan. Dengan pengelolaan yang baik, kita turut menjaga integritas pemerintahan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BPKAD Kabupaten Maybrat beserta jajaran dan seluruh peserta Bimtek, serta ditutup dengan pernyataan resmi pembukaan oleh Sekda.
Pewarta: Charles Fatie