Maybrat, majalahkribo.com – TNI melalui jajaran Korem 181/PVT melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan jembatan di Kampung Aisyo, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Senin (6/4/2026).
Kegiatan ini berlangsung di lokasi jembatan Aisyo–Kumurkek dan dilaksanakan secara serentak melalui video conference bersama satuan di wilayah Korem 181/PVT.
Kegiatan dipimpin oleh Dandim 1809/Maybrat Letkol Inf Arif Setyo Utomo dan diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri dari unsur TNI, pemerintah distrik, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Foto Bersama TNI dan Para Kepala Kampung di Esyo
Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang mengacu pada Surat Keputusan KASAD Nomor Kep/4597/2025 tanggal 9 Desember 2025 tentang pelaksanaan pembangunan jembatan guna mendukung mobilitas masyarakat, khususnya akses anak sekolah dan aktivitas warga.
Di wilayah Korem 181/PVT, pembangunan jembatan dilaksanakan di sembilan titik, dengan dua titik berada di Kabupaten Maybrat, yakni Kampung Aisyo dan Kampung Kumurkek. Pekerjaan di kedua lokasi tersebut dijadwalkan mulai pada Rabu, 8 April 2026, dengan estimasi waktu pelaksanaan selama ±30 hari.
Dalam arahannya melalui video conference, Danrem 181/PVT Brigjen TNI Slamet Riadi, S.I.P., menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur semata, tetapi juga menjadi bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
“Pembangunan jembatan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi simbol kehadiran negara dan TNI di tengah masyarakat. Dengan akses yang lebih baik, mobilitas warga termasuk anak-anak sekolah akan semakin lancar,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga fasilitas yang dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang serta mendukung stabilitas wilayah.

Kepala Kampung Aisyo, Manfred Baho, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan dari TNI dalam pembangunan jembatan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada TNI yang sudah membantu masyarakat di sini. Jembatan ini sangat penting bagi aktivitas warga, terutama anak-anak kami yang bersekolah,” ungkapnya.
Sementara itu, Dandim 1809/Maybrat Letkol Inf Arif Setyo Utomo menjelaskan bahwa lokasi kegiatan mengalami penyesuaian dari rencana awal karena faktor keamanan.
“Kegiatan ini awalnya direncanakan di Kampung Aisa, namun karena pertimbangan situasi keamanan, dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Kami berharap masyarakat dapat mendukung dan bersama-sama menjaga kelancaran pembangunan ini,” jelasnya.
Dengan adanya pembangunan jembatan ini, diharapkan akses transportasi masyarakat menjadi lebih mudah, memperlancar aktivitas ekonomi, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan warga di wilayah Kabupaten Maybrat.
Pewarta: Charles Fatie