Manokwari, majalahkribo.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Papua Barat menggelar Rapat Pleno di Manokwari, Rabu (4/3/2026). Dalam arahannya, Ketua DPD Golkar Papua Barat, Samaun Dahlan, menegaskan pentingnya soliditas internal partai serta konsolidasi menyeluruh hingga tingkat distrik dan kampung sebagai fondasi menghadapi agenda politik ke depan.
Dalam sambutannya, Samaun menekankan bahwa pembentukan kepengurusan pasca-Musda 2025 bukan sekadar memenuhi formalitas struktur organisasi, melainkan untuk memperkuat eksistensi Golkar sebagai partai politik modern yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Papua Barat.
“Terbentuknya kepengurusan ini harus dimaknai sebagai upaya membangun organisasi yang berkualitas, solid, dan dekat dengan rakyat,” ujarnya di hadapan pengurus dan fungsionaris partai.
Pada forum pleno tersebut, Golkar Papua Barat mematok sejumlah target politik strategis. Di antaranya memenangkan Pemilu Legislatif DPR RI dengan target dua kursi, memenangkan pemilihan kepala daerah di tujuh kabupaten, serta memperkuat perolehan kursi DPR Provinsi dan DPR Kabupaten.
Menurut Samaun, pencapaian target tersebut membutuhkan kerja terstruktur dan sistematis, termasuk pemantapan basis pemilih serta peningkatan kapasitas calon legislatif. Ia juga mendorong penguatan militansi kader melalui pembinaan berkelanjutan.
“Seleksi calon legislatif harus dilakukan secara selektif dan disertai pendidikan politik yang komprehensif agar kualitas representasi di parlemen semakin baik,” katanya.
Selain fokus elektoral, Golkar Papua Barat juga menyoroti pentingnya penguatan sumber daya partai hingga tingkat kelurahan dan kampung. Strategi pemetaan pemilih, identifikasi potensi kader, serta optimalisasi relawan dinilai menjadi kunci mobilisasi suara yang efektif.
Partai berlambang pohon beringin itu juga menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dan media sosial dalam membangun citra positif partai. Pendekatan kampanye digital dinilai relevan untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk pemilih muda dan milenial.
Dalam pleno tersebut, Golkar Papua Barat juga menegaskan komitmen melaksanakan konsolidasi organisasi secara berjenjang melalui musyawarah partai hingga level distrik dan kampung.
Di sisi kelembagaan, DPD Golkar Papua Barat akan membentuk dan memaksimalkan sejumlah perangkat organisasi pendukung, antara lain Dewan Pertimbangan Partai, Badan Advokasi Hukum dan HAM, Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG), serta Badan Pengembangan dan Penelitian (Balitbang).
Samaun menekankan bahwa pembentukan kelembagaan tersebut harus disertai perencanaan yang terukur dan berkelanjutan agar tidak hanya sekadar terbentuk secara administratif, tetapi benar-benar berfungsi secara efektif dan diakui secara internal maupun eksternal.
Menutup arahannya, Samaun mengajak seluruh kader untuk bekerja dengan penuh kesungguhan, keikhlasan, dan dedikasi tinggi dalam menjalankan keputusan pleno.
“Semoga apa yang kita hasilkan hari ini menjadi arah dan landasan yang baik untuk kita laksanakan ke depan,” ujarnya.
Rapat pleno ini menjadi momentum konsolidasi awal Golkar Papua Barat dalam memperkuat struktur organisasi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kontestasi politik mendatang di tingkat provinsi maupun nasional. A.L