FAKFAK, majalahkribo.com – Momentum hari libur dimanfaatkan ratusan warga untuk berwisata ke Air Terjun Ubadari yang berada di Kampung Ubadari, Distrik Kramongmongga, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Jumlah pengunjung saat libur tercatat dapat menembus lebih dari 200 orang per hari.
Destinasi wisata alam ini dikenal dengan aliran airnya yang bertingkat menyerupai anak tangga, dengan air yang jernih, tenang, dan dingin. Kondisi tersebut menjadi daya tarik bagi pengunjung yang ingin berendam, berenang, maupun sekadar menikmati kesegaran alam.
Dari pusat Kota Fakfak, lokasi air terjun dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan darat. Meski memasuki musim kemarau, debit air di kawasan ini tetap relatif deras karena ditopang lebih dari satu sumber mata air.
Suasana di sekitar lokasi tergolong ramah karena berada di area perkampungan. Pengunjung kerap berjumpa warga setempat yang mandi atau memancing di kali. Di sekitar kawasan juga terdapat masjid yang dapat dimanfaatkan pengunjung Muslim untuk menunaikan salat.
Selain mandi dan berenang, pengunjung biasanya memanfaatkan area bebatuan cadas untuk berfoto maupun berkemah bersama keluarga dan rekan. Bagi yang tidak turun ke air, tepian kali menjadi tempat favorit untuk bersantai sambil menikmati udara segar dan suara aliran air. Di kawasan sekitar juga tumbuh pohon pala, komoditas unggulan Fakfak yang telah lama dikenal luas.
Pengelola Air Terjun Ubadari, Sun Kabes, mengatakan lonjakan pengunjung hampir selalu terjadi pada hari libur dan tanggal merah.
“Biasanya ramai saat hari libur. Pengunjung bisa lebih dari dua ratus orang. Tempat-tempat kasebo sering terisi penuh,” ujarnya dalam wawancara pada Selasa, 17 Februari 2026 pagi.
Di lokasi tersedia fasilitas kasebo (kanopi) yang dapat disewa dengan tarif Rp50.000 per unit, serta toilet dan mushola untuk menunjang kenyamanan wisatawan.
Adapun tiket masuk dengan Tarif parkir kendaraan roda dua Rp10.000, sedangkan roda empat Rp20.000.
Di tengah meningkatnya jumlah kunjungan, persoalan kebersihan masih menjadi catatan pengelola. Tempat sampah telah disediakan di sejumlah titik, namun masih ditemukan pengunjung yang membuang sampah sembarangan, termasuk ke aliran kali.
Pengelola berharap kesadaran pengunjung untuk menjaga kebersihan terus meningkat agar kelestarian dan keindahan kawasan wisata tersebut tetap terjaga dalam jangka panjang.
Penulis & Editor: Ronaldo Josef Letsoin