Share

Ada momen ketika senja tidak hanya terlihat oleh mata, tetapi benar-benar hidup melalui suara dan rasa. Momen itu bisa ditemukan di Bendungan Bomberay, sebuah kebanggaan masyarakat Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Tempat ini memang dikenal sebagai infrastruktur strategis yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada periode 2018–2021. Dengan luas genangan sekitar 46,8 hektar dan kemampuan mengairi 1.329 hektar lahan pertanian, Bendungan Bomberay menjadi simbol ketahanan air dan pangan di Papua Barat. Ia juga menyimpan potensi energi serta membuka ruang wisata baru bagi masyarakat.

Namun, Bendungan Bomberay bukan hanya soal angka dan fungsi.

Ia adalah tentang rasa.

Ada tempat yang tidak pernah benar-benar kita rencanakan untuk datangi, tetapi justru menjadi yang paling membekas di hati. Begitulah ketika kaki akhirnya menjejak di tepian bendungan ini. Awalnya hanya perjalanan biasa—sekadar ingin menghirup udara segar dan menikmati alam Papua yang selalu punya cara untuk memanggil pulang.

Dan benar saja.

Begitu tiba, waktu seakan melambat. Matahari perlahan tenggelam terpejam di balik deretan pepohonan. Siluet batang dan ranting membingkai langit jingga yang hangat. Cahaya emasnya memantul lembut di atas permukaan air yang tenang, menciptakan pantulan yang nyaris sempurna.

Namun keindahan itu tidak hanya tentang apa yang terlihat.

Terdengar suara burung-burung bersahutan, seolah berpamitan kepada hari. Dari kejauhan, suara hewan-hewan di sekitar bendungan menyatu dengan desir angin yang menyentuh dedaunan. Alam seperti sedang berbicara pelan, lembut, tetapi penuh makna.

Suara itu bukan kebisingan.

Ia adalah musik alami Papua.

Di sana, kita tidak merasa sendiri. Kita merasa menjadi bagian dari alam itu sendiri duduk diam, mendengar, merasakan. Angin sore menyapa pelan. Sunyi, tetapi bukan sepi. Tenang, tetapi penuh makna. Pikiran yang semula riuh perlahan diam, digantikan rasa syukur yang mengalir tanpa diminta.

Bendungan Bomberay bukan sekadar bangunan penahan air. Ia adalah ruang untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan. Tempat untuk menyaksikan matahari tenggelam di balik pepohonan, mendengar suara alam, dan merasakan damai yang menyusup perlahan ke dalam hati.

Jika suatu hari Anda berada di Fakfak, datanglah menjelang sore. Duduklah tanpa tergesa. Dengarkan burung-burung. Rasakan angin. Biarkan senja berbicara.

Karena di Bomberay, senja bukan sekadar pemandangan.

Ia adalah pengalaman yang akan tinggal lama dalam ingatan.

Oleh: Ronaldo Josef Letsoin

Comments are closed.