Share

Maybrat, majalahkribo.com – Panitia HUT ke-70 Paroki St. Yoseph Ayawasi terus mematangkan persiapan perayaan melalui rapat yang digelar di kediaman Senior Ayawasi, Ferdinandus Taa, Rabu (11/2/2026).

Rapat dipimpin Wakil Ketua Panitia Zakar Vinsen Turot didampingi Sekretaris Petrus Kosamah, serta dihadiri Pastor Paroki Felix Janggur, OSA, Kepala Distrik Aifat Utara Philipus Fanataf, dan para intelektual Ayawasi Raya.

Pertemuan ini memfokuskan pembahasan pada penanaman 2000 pohon yang akan dilaksanakan 17 Februari 2026 serta rencana peletakan batu pertama pembangunan Menara Lonceng pada 20 Maret 2026.

Ferdinandus Taa menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh rangkaian kegiatan.
“Kita ingin menjelang 70 tahun ini semua kekurangan di pusat paroki harus diselesaikan. Ini momentum pembenahan dan kebangkitan umat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan akan menginisiasi pertemuan dengan Pemerintah Daerah Maybrat guna membahas dukungan bagi panitia.

“Saya akan mengajak panitia dan Pastor Paroki bertemu pemerintah daerah supaya kebutuhan menjelang HUT bisa dibicarakan bersama. Kegiatan ini harus kita sukseskan secara kolektif,” katanya.

Terkait pembangunan menara lonceng, ia menambahkan, “Peletakan batu pertama direncanakan 20 Maret 2026. Kalau memungkinkan, dua atau tiga bulan sudah selesai. Menara lonceng menjadi simbol iman dan identitas Paroki Ayawasi.” sebutnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kebersihan lingkungan, dan berharap panitia tingkatkan terus semangat kerjasamanya.

“Sebelum perayaan, sampah harus ditiadakan. Lingkungan gereja harus bersih dan tertata. Dalam waktu dekat saya akan bantu fasilitasi pembersihan rumput di area paroki, intinya panitia tetap selalu semangat,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Zakar Vinsen Turot mengakui panitia masih menghadapi keterbatasan anggaran.

“Kami berharap dukungan seluruh umat, terutama para intelektual dan senior, agar perayaan ini bisa berjalan lebih meriah dan terorganisir dengan baik,” ujarnya.

Ia juga mengajak umat berpartisipasi aktif menjaga kebersihan lingkungan dalam menyambut para tamu.

Pastor Paroki Felix Janggur, OSA, mengusulkan agar rangkaian kegiatan dilengkapi dengan pendalaman iman.

“Saya menyarankan agar ada seminar sehari menjelang puncak perayaan. Ini penting sebagai refleksi iman dan mengenang perjalanan 70 tahun Paroki Ayawasi,” tuturnya.

Intelektual Ayawasi, Sergius Turot, menekankan pentingnya dukungan finansial dan semangat gotong royong.

“Kalau kita ingin kegiatan ini sukses, dukungan dana harus jelas dan terkoordinasi dengan baik,” katanya.

Sergius Turot juga menyampaikan harapannya agar Paroki Ayawasi ke depan ditata dan dikembangkan secara lebih terencana sehingga memiliki ciri khas sebagai salah satu paroki tertua di wilayah Kepala Burung Papua. Menurutnya, penataan tersebut membutuhkan komitmen dan kesadaran bersama dari seluruh umat.

“Saya bermimpi Paroki Ayawasi ke depan didesain lebih unik dan tertata rapi sebagai salah satu paroki tertua di Kepala Burung Papua. Itu hanya bisa terwujud kalau seluruh umat memiliki kesadaran dan semangat gotong royong bersama,” ujarnya.

Kepala Distrik Aifat Utara, Philipus Fanataf, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan Sekda Maybrat.

“Saya memberikan apresiasi kepada panitia yang tetap semangat bekerja. Terima kasih juga kepada Bapak Sekda sebagai senior Ayawasi yang selalu memberi perhatian,” ujarnya.

Ia mendorong panitia untuk lebih aktif menggerakkan dukungan dana demi kelancaran kegiatan.

Rapat ditutup dengan doa dan berkat oleh Pastor Paroki, dengan harapan seluruh rangkaian HUT ke-70 Paroki Ayawasi dapat berjalan lancar serta membawa semangat persatuan dan pembaruan bagi umat.

Pewarta: Charles Fatie

About Author

Comments are closed.