Sore itu, laut Fakfak tampak lebih hidup dari biasanya. Ombak kecil berkejaran di perairan sekitar Jalan Baru, kawasan reklamasi pantai Fakfak, sementara matahari perlahan turun ke ufuk barat, memantulkan kilau keperakan di permukaan laut. Di tempat inilah kami memulai sebuah pengalaman yang tak terlupakan: menjajal wahana banana boat Saboban Water Sport, wisata olahraga air pertama yang hadir di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Begitu tiba di lokasi, suasana langsung terasa berbeda. Tawa pengunjung, deru mesin speed boat, dan teriakan penuh semangat berpadu dengan debur ombak. Saboban Water Sport tak sekadar menawarkan hiburan, tetapi juga sensasi petualangan laut yang selama ini jarang ditemui di Fakfak.
Sebelum berangkat, kami diwajibkan mengenakan life jacket. Prosedur keselamatan dijelaskan singkat namun tegas oleh pengelola, tanpa kompromi soal keamanan. Setelah semua siap, kami naik ke banana boat satu per satu, hingga enam orang lengkap dalam satu perjalanan.
“Pegang yang kuat, jangan lengah,” ujar pemandu sambil tersenyum, seolah memberi isyarat bahwa keseruan sesungguhnya baru akan dimulai.
Speed boat perlahan menarik banana boat menjauh dari bibir pantai. Awalnya tenang, namun beberapa detik kemudian laju semakin cepat. Banana boat bergoyang ke kiri dan ke kanan, memicu teriakan spontan dan tawa yang pecah bersamaan. Setiap hempasan ombak menjadi tantangan baru: siapa yang mampu bertahan paling lama tanpa tercebur ke laut.
Di tengah hiruk-pikuk itu, mata masih sempat menangkap keindahan alam Fakfak. Birunya laut, garis pantai yang memanjang, hingga siluet Pulau Tuber Seram yang tampak samar di kejauhan. Sensasi adrenalin berpadu dengan panorama alam, membuat pengalaman ini terasa lengkap, menegangkan sekaligus menyenangkan.
Tak terasa, perjalanan pun berakhir. Kami kembali ke darat dengan pakaian basah, napas terengah, dan senyum yang tak bisa disembunyikan. Dengan tarif Rp25.000 per orang, pengalaman ini terasa sangat sepadan.
Lebih dari sekadar wahana permainan, banana boat Saboban Water Sport menjadi bukti bahwa Fakfak memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata bahari berbasis olahraga air.
Pengelola Saboban Water Sport, Dulex, menyebutkan bahwa minat masyarakat cukup tinggi, terutama dari kalangan anak muda. Selain banana boat, tersedia pula wahana donat dengan tarif Rp50.000 per orang, meski operasionalnya masih menyesuaikan ketersediaan armada speed boat. Lokasi permainan pun fleksibel, mulai dari perairan Jalan Baru, Wambar, hingga sekitar Pulau Tuber Seram.
Saboban Water Sport bukan hanya tempat bermain air. Ia hadir sebagai perintis watersport di Fakfak, membuka ruang baru bagi masyarakat untuk menikmati laut bukan sekadar dari pesisir, tetapi langsung dari atas ombak.
Bagi pencinta adrenalin, laut Fakfak kini punya cerita baru. Dan bagi kami yang sudah mencobanya, satu hal pasti: sekali naik banana boat Saboban, rasanya ingin kembali lagi.