FAKFAK – Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes) Sorong kembali meluluskan 26 Ahli Madya Keperawatan dari Program Studi DIII Keperawatan Fakfak melalui sidang senat terbuka yang digelar di Ballroom Hotel Grand Papua Fakfak, Jumat, 28 November 2025. Sidang dipimpin Wakil Direktur I Poltekkes Sorong, Yogik Setia Anggraini, Ners., M.MedEd.
Di antara para lulusan, nama Windy Viona Letsoin mencuri perhatian. Wisudawati kelahiran Fakfak, 2 Maret 2001 itu meraih predikat cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif 3,90, tertinggi pada angkatan tersebut. Ia juga menjadi satu-satunya lulusan dengan predikat kehormatan. Viona adalah anak kedua dari Enrico Letsoin, Ketua PWI Fakfak.
Dua lulusan lain yang menempati peringkat terbaik masing-masing adalah Rizky Saimima (IPK 3,85) dan Wa Titin Agustin (IPK 3,84). Sebanyak 23 lulusan lainnya meraih predikat sangat memuaskan.
Acara wisuda turut dihadiri pejabat daerah, termasuk Asisten I Setda Fakfak, Arif H. Rumagesan, yang mewakili Bupati Fakfak. Dalam sambutannya, Arif menegaskan pentingnya kehadiran tenaga kesehatan berkualitas untuk mendukung pelayanan publik.
“Perawat adalah garda terdepan pelayanan kesehatan. Kabupaten Fakfak membutuhkan SDM yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berintegritas dan peduli,” ujar Arif.
Ia mengingatkan bahwa wisuda bukan penutup perjalanan akademik, melainkan awal bagi para lulusan untuk memasuki dunia pengabdian yang lebih luas. Pemerintah daerah, katanya, terus berupaya memperkuat sektor kesehatan melalui peningkatan infrastruktur dan pengembangan SDM. Namun, keberhasilan ini tetap bergantung pada kualitas layanan tenaga medis di lapangan.
“Berikan pelayanan dengan hati, kejujuran, dan ketulusan. Jaga kepercayaan masyarakat,” tambahnya.
Dalam sesi pesan dan kesan, Viona Letsoin tampil mewakili para wisudawan. Di hadapan civitas akademika, ia menuturkan perjalanan tiga tahun yang disebutnya penuh tantangan, kerja keras, dan solidaritas.
“Ada tawa, air mata, rasa lelah, dan kebanggaan. Tiga tahun ini membentuk kami menjadi pribadi yang siap mengabdi,” kata Viona.
Ia menyampaikan terima kasih kepada orang tua, para dosen, serta seluruh tenaga pendidik Poltekkes yang disebutnya tidak hanya mengajar, tetapi juga memberi teladan. Viona berharap kampus terus berkembang menjadi pusat pendidikan kesehatan yang andal di Papua Barat.
“Dunia kesehatan menanti kontribusi kita. Mari memberi pelayanan tanpa membedakan suku, agama, atau status sosial,” ujarnya menutup sambutan.
Wisuda ini menjadi momentum penting bagi kolaborasi antara Poltekkes Kemenkes Sorong dan Pemerintah Kabupaten Fakfak dalam mencetak tenaga kesehatan yang unggul dan relevan dengan kebutuhan wilayah.